Anggaran dan Realisasi Pembangunan Nusantara Masih Terus Berlanjut
NUSANTARA, LELEMUKU.COM – Pembangunan Ibu Kota Nusantara membutuhkan anggaran yang sangat besar. Pemerintah memperkirakan total kebutuhan mencapai Rp460 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah mengklaim hanya 20 persen yang akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sedangkan sisanya diharapkan berasal dari kemitraan publik-swasta dan investasi langsung perusahaan negara serta swasta.
Namun, dalam pelaksanaan tahun 2022 hingga 2024, porsi APBN ternyata mencapai Rp89 triliun dari total Rp147,41 triliun, atau sekitar 60 persen. Hal ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada APBN jauh lebih besar dari yang direncanakan. Pembangunan tahap pertama dimulai pada Juli 2022 dengan pembukaan lahan dan pembuatan jalan akses.
Pada bulan berikutnya, pembangunan zona area pusat pemerintahan dimulai, meliputi kantor pemerintah, sekolah, dan rumah sakit. Pemerintah terus mengklaim kemajuan pembangunan fisik yang signifikan. Meskipun demikian, sejumlah pihak mengkritik bahwa realisasi anggaran yang tidak sesuai rencana dapat membebani keuangan negara.
Pemerintah berkomitmen untuk tetap melanjutkan pembangunan Nusantara sebagai ibu kota politik pada tahun 2028. Diharapkan dengan pengelolaan yang baik, pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
