Rencana Transportasi Nusantara Menuju Kota 10 Menit
NUSANTARA, LELEMUKU.COM – Sistem transportasi di Ibu Kota Nusantara dirancang untuk mendorong pergeseran mobilitas dari kendaraan pribadi ke transportasi publik dan mobilitas aktif. Targetnya, 80 persen mobilitas didukung oleh transportasi non-pribadi. Untuk mencapainya, pemerintah merencanakan jaringan transportasi umum yang luas dan terintegrasi.
Kota ini akan menekankan pembangunan yang padat dan dapat dilalui dengan berjalan kaki. Jaringan jalur sepeda akan dibangun di seluruh kota, dilengkapi dengan sistem metro dua jalur dan bus raya terpadu sebagai layanan pengumpan. Nusantara juga diproyeksikan menerapkan konsep kota 10 menit, yaitu pendekatan perancangan kota yang menekankan keterjangkauan layanan dan simpul transportasi dalam waktu sekitar sepuluh menit.
Untuk konektivitas antarkota, akses publik Balikpapan–IKN dilayani oleh kombinasi angkutan antarmoda berupa bus KSPN Kementerian Perhubungan dan travel komersial. Layanan ini dioperasikan oleh PO Sinar Jaya. Selain itu, Cititrans membuka shelter Airport Shuttle di Bandara SAMS Sepinggan untuk rute menuju IKN. Layanan kereta api juga akan menghubungkan ibu kota baru ke Balikpapan dan Samarinda.
Di dalam kawasan inti pusat pemerintahan, terdapat layanan bus perkotaan yang dioperasikan oleh Bluebird. Autonomous Rapid Transit (ART) atau yang sering dijuluki kereta tanpa rel juga telah diuji coba. Bandara Internasional Nusantara di Penajam akan menjadi pintu gerbang udara utama. Dengan perencanaan yang matang, transportasi di Nusantara diharapkan menjadi contoh sistem mobilitas masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. (Evu)
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.
